SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA.JIKA SEMPAT TOLONG BERI MAKAN IKAN SAYA AGAR TIDAK KELAPARAN DENGAN CARA KLIK NANTI IKANNYA AKAN MENGHAMPIRI MAKANANNYA
Untuk yang sudah berkunjung diblog saya, mohon maaf jika saya belum sempat berkunjung balik.., di karenakan sesuatu hal

LIHAT DAFTAR ISI BLOG SAYA DISINI

STATISTIK

Benarkah Hidayah Menyapa Lewat Film Dokumenter


REPUBLIKA.CO.ID, Jika tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bank dan mendalami ketertarikannya di dunia fotografi, Lisa Vogl mungkin tak akan menemukan cahaya Islam.

Begitulah alur perkenalan perempuan 31 tahun ini dengan agama samawi ini. Berniat membuat tugas videografi tentang jilbab, Lisa justru tertarik mendalami Islam.

Padahal, Lisa begitu akrab disapa, besar dalam keluarga Kristiani. Secara keseluruhan, keluarga tidak terlalu religius, tapi ibu Lisa sangat memerhatikan spiritualitas. Seperti itulah Lisa dibesarkan.

Ia menuturkan kisah perjalanan hidupnya. Saat berusia 18 tahun, Lisa masuk kampus perempuan, Chatham College, Pittsburgh, Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia memilih aktif di klub softball.

Setahun pertama berkuliah, ia lantas memilih cuti selama satu tahun. Ia sempat magang di beberapa tempat, antara lain, Disney World, sembari bekerja di tempat lain.

Dari uang yang ia kumpulkan, sosok yang besar di East Lansing, Michigan, AS, ini melancong ke berbagai wilayah dunia untuk mengenal aneka budaya. Tak disangka, perjalanan yang dilakukan sulung dari enam bersaudara ini tak hanya meninggalkan kesan tentang budaya bangsa lain, tapi juga cahaya Islam di hatinya.

Maroko menjadi destinasi petualangannya. Selama berada tiga bulan di Maroko, ia tinggal bersama warga lokal di ruangan dengan luas sekitar 200 meter persegi. Mereka makan dan tidur di ruangan yang sama.

Tak ada air panas, tak ada kamar mandi yang memadai. Untuk bertahan hidup, ia mengajar bahasa Inggris di American Language Center. Di sinilah titik balik kehidupannya bermula. Maroko merupakan pengalaman paling menakjubkan dan berkesan dalam hidupnya.

Sadar atau tidak, perjalanan Lisa ke Maroko itu pulalah yang turut menyumbang pandangannya soal perempuan di masyarakat. Kesan itu ia tuangkan ketika menulis ihwal perempuan dan eksploitasinya di dunia Barat sebagai tugas wajib akhir kuliah.


BerhentiLulus kuliah, ia mendapat pekerjaan di sebuah bank di Chicago. Meski ia tidak tahu bekerja dengan sistem berbunga adalah haram dalam Islam, ia merasakan kebimbangan. ''Tapi, saya merasa hati saya tidak senang bekerja di sana,” ungkap Lisa seperti dikutip laman Aquila-style.com.

Lisa memutuskan berhenti. Ia memulai karier yang ia pandang lebih sejalan dengan minatnya, yakni fotografi. Ia bahkan sengaja mengikuti kuliah fotografi di Daytona State University, Florida, untuk mengasah minatnya tersebut.

Tahun pertama kuliah, ia mendapat tugas membuat video di kelas videografi. Tugasnya sederhana, membuat video dokumenter singkat tentang satu topik atau objek yang diminati.

Muncul ide di benak Lisa mengangkat tema tentang jilbab guna memenuhi tugas kuliahnya. Gagasan tersebut mencuat ketika ia aktif di kegiatan amal lokal, Project Downtown, yang memberi makanan para tunawisma setiap Ahad di masjid kota.

Selama menjalani aktivitas sosialnya tersebut, ia berkerudung. Kerudung, bagi Lisa, bukan hal asing. Ia telah terbiasa sejak di Maroko meski motifnya sekadar menghormati tradisi warga lokal di Maroko. Gayung bersambut, Lisa memulai dengan mewawancarai Nadine Abu Jubbara, rekan kerjanya di  Project Downtown.

Meski tanpa ia sadari, sentuhan hidayah telah begitu dekat dari hatinya. Berbagai pertanyaan ia sodorkan untuk Nadine. Jawaban demi jawaban membuka pintu hati Lisa ihwal alasan Muslimah berhijab.

“Hijab dalam Islam sebagai pelindung dan penghormatan perempuan,” kata Lisa yang kini tinggal di Las Cruce, Negara Bagian New Mexico, AS, bersama suami dan ibu mertuanya.

Hatinya tergerak. Rasa penasarannya memuncak. Lisa menelusuri ayat-ayat Alquran tentang hijab. Ia semakin tertarik mempelajari Islam. Ia menemui sejumlah ulama, melihat video ceramah mereka di Youtube, dan menelaah Alquran lebih menyeluruh.

Selama sembilan bulan, ia juga sempat membandingkan dua kitab suci, Alkitab dan Alquran. Ada beberapa kesamaan, tetapi keduanya tetap berbeda. Injil telah beberapa kali diubah, sementara Alquran tidak demikian.

SyahadatAkhirnya, pada Jumat,  29 Juli 2011, sebelum Ramadhan, Lisa Vogl mengikrarkan dirinya sebagai Muslimah. Ia merasakan berkah yang amat sangat betapa hidupnya mengalami perubahan.

Keluarganya tidak keberatan dengan keputusannya itu. Tapi, saat Lisa mulai berjilbab, ibunya merasa 'kehilangan' putri kesayangannya. Dengan jilbab, berarti Lisa tidak hanya menunjukkan identitasnya sebagai Muslimah di depan keluarganya, tapi kepada semua orang.

Lisa mencoba menjelaskan kepada keluarganya menggunakan jilbab justru merupakan keberkahan dan menjadi jalan dakwahnya. Penjelasan ini juga yang Lisa sampaikan kepada mereka yang bertanya mengapa ia berjilbab.

Berbagai inspirasiLewat video yang ia buat tentang jilbab, ia berharap bisa berbagi inspirasi yang sama melalui ketertarikannyanya di bidang fotografi.

Beberapa Muslimah yang lebih senior dari Lisa bahkan mengaku terinspirasi segera berjilbab usai berkaca pada Lisa. Bagaimanapun, meski bukan Muslimah sejak lahir, ia tetap berjilbab ke manapun ia pergi.

Lisa juga tidak menutup mata atas beragam penilaian orang-orang di sekitarnya soal jilbab yang ia kenakan. Ia hanya berkeyakinan perubahan hanya bisa dirasakan dengan menghadapinya. “Sebagai Muslim, kita harus berupaya mengubah perspektif buruk tentang jilbab itu,'' tutur Lisa.

Setelah merasakan nikmatnya hidayah, Lisa berbagi nasihat bagi saudara Muslim. Pertama, jangan pernah takut menunjukkan jati diri. Jika seorang Muslim bangga dengan keislamannya, orang lain akan menghormati.

Kedua, jilbab adalah bentuk dakwah. Perempuan lebih berpeluang dibanding laki-laki untuk menyebarkan Islam lewat busana yang dipakai. ''Kita gunakan kesempatan dan berkah itu untuk menunjukkan Islam,'' ajak Lisa.

Dan, sebagai Muslim, tak ada alasan berhenti mengejar mimpi dan cita-cita. Setelah semua yang ia lewati, ia bersyukur meninggalkan banyak hal dan memilih fotografi yang justru mempertemukannya dengan Islam.


Sumber   :

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tb7k-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-1

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tbwf-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-2

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tcdb-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-3habis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ikuti Via Email

Menghitung KPR Anda

AbYAZ UBY

Silahkan Sukai Benarkah

SUKAI GALLERY RUMAH DIJUAL

kumpul blogger

affiliate program

GET REVENUE FROM YOUR WEBSITE

Turn your valuable blog traffic into revenue. Work online and join our free money making partner program. We offer the most pay-per-click rate to help increase your income stream.

Join our money making program absolutely no charge and 100% risk free.

Sign Up...

FREE INVESTMENT PROGRAM

We created this money earn program specially for NO SETUP FEE methods, to make hundreds, if not millions of dollars, without spending money.

A constant cash generator

Imagine getting of a something that never failed to provide you with money-flow. A free money program so amazingly profitable that you never had to look for job ever again!

Start collecting steady partner commissions

This free money program really can give you cash on the same day. Start collecting serious partner revenue with almost no effort at all. This is a profitable revenue opportunity, the chance for you to build a steady, reliable, long-time profitable business.

SpazioIb Italiabusinessplus apre SpazioIbInvest

GOBELIN RESURRECTION-OSTERMORGEN

$1,200.00 US

GOBELIN RESURRECTION-OSTERMORGEN

buy and sell > hobbies & crafts

GOBELINS ARE MADE OF CATALOGUE OF “WIEHLER GOBELIN” . EVERY ONE OF THEM IS WORKED FROM 4 TO 10 MONTHS . WORKING OUT GOBELINS IS ON THE BASE OF THE OLD FAMOUS MASTERS OF PICTURE . 30X39CM. 1 1 54 COLOURS THREAD ANNOR

Wireless cell phone video surveillance solution is here adding a sense of private protection and safety it offers you real-time video monitoring.

Wireless cell phone video security solution This know-how utilizes the most powerful software applications for distantly monitoring from Anyplace in the globe.
This is a solution that will turn any regular cell phone into a high end security device.
The surveillance system brings video from video source such as USB or IP Webcam to your cell phone. It contains both the client and server application.

You can see your residence, firm, babysitter, parents, pets, etc.

You can watch online pictures from your cameras on mobile phone through any kind of ip connection from any location in the globe. In case of intrusion, a real image helps prevent false alarm and cancel police dispatches to avoid the fines.
Enjoy the freedom of watching all your webcams on cell phone anytime and from anywhere with just the touch of a button.

How does cell surveillance work:

You connect your camera (USB, IP camera, or Camcoder) to your home computer and setup the application.
The software captures video and sound from webcam and sends it, as compressed media stream, to web server.
You login to this Web server from your cell phone and view your webcam.
No special application for your mobile phone is necessary.

All about mobile video surveillance.

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Diberdayakan oleh Blogger.