SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA.JIKA SEMPAT TOLONG BERI MAKAN IKAN SAYA AGAR TIDAK KELAPARAN DENGAN CARA KLIK NANTI IKANNYA AKAN MENGHAMPIRI MAKANANNYA
Untuk yang sudah berkunjung diblog saya, mohon maaf jika saya belum sempat berkunjung balik.., di karenakan sesuatu hal

LIHAT DAFTAR ISI BLOG SAYA DISINI

STATISTIK

BENARKAH INI RESIKO BAYI NANGIS TERLALU LAMA

Sebuah studi dalam jurnal kesehatan anak menyebutkan bahwa bayi yang dibiarkan menangis dalam jangka waktu lama, berisiko mengalami gangguan perkembangan otak yang dapat mengurangi kapasitasnya untuk belajar. Penelope Leach, seorang pakar kesehatan anak, mengatakan bahwa menangis itu adalah satu-satunya cara bayi untuk memberikan sinyal ketika ia merasa tidak nyaman atau tertekan. Semakin keras bayi menangis menunjukkan ia sedang stres. Stres yang akut bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres. Jika berlangsung terus, hormon stres yang jumlahnya banyak dapat merusak otak bayi. Tapi, jangan terlalu cepat khawatir saat bayi menangis. Menangis tidak buruk untuk bayi, hanya tangisan yang tidak mendapatkan responslah yang bisa berakibat buruk. Jika bayi mulai menangis, lakukan sesuatu. Jangan biarkan bayi menangis terlalu lama agar tidak terjadi masalah dalam perkembangan otaknya.

 Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Berita.Ayahbunda/Info+Keluarga/gangguan.otak.akibat.menangis/002/002/383/all/0/1 

 Sumber Lain Menulis : Saat bayi baru mulai menangis, ada orangtua yang terkadang membiarkannya dulu baru setelah itu menolongnya. Tapi bayi yang sering dibiarkan menangis terlalu lama bisa memiliki masalah dalam pengembangan otaknya. Penelope Leach, seorang pakar kesehatan anak menemukan bayi yang tertekan berkali-kali dan dibiarkan menangis lama berisiko mengembangkan masalah di kemudian hari. Studi membuktikan otak bayi yang dibiarkan menangis untuk jangka waktu lama, berisiko mengalami kerusakan dalam perkembangannya yang dapat mengurangi kapasitasnya untuk belajar. "Ini bukan sekedar pendapat, tapi sebuah fakta bahwa membiarkan bayi menangis berpotensi merusak otaknya. Jadi mengapa harus mengambil risiko seperti itu?" ujar Leach, seperti dikutip dari Independent, Jumat (23/4/2010). Apa yang diungkapkan oleh Leach ini menimbulkan kontroversi dengan seorang guru Gina Ford yang secara ketat menerapkan metode untuk membiarkan bayi menangis selama 20 menit. Gina menyarankan orangtua baru untuk membiarkan bayinya menangis agar si bayi mendapatkan pembelajaran mental untuk bisa tidur dengan sendirinya. "Seorang bayi yang sudah terlalu lama menangis pada akhirnya akan berhenti. Hal ini bukan karena ia telah belajar untuk tidur sendirian, tapi karena ia kelelahan dan telah putus asa untuk mendapatkan bantuan," ungkap Leach. Tapi Lech punya argumen bahwa menangis itu adalah satu-satunya cara bayi untuk memberikan sinyal ketika merasa tidak nyaman atau tertekan. Jika bayi semakin keras menangis menunjukkan ia sedang stres, dan stres yang akut bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres. Menurut Lech, jika kejadian ini berlangsung terus menerus maka bisa menghasilkan banyak hormon stres yang dapat merusak otak bayi. "Hal ini bukan berarti bayi tidak boleh menangis atau orangtua menjadi khawatir jika semua bayinya menangis. Karena bukan menangis yang buruk untuk bayi, tapi menangis yang tidak mendapatkan responslah yang bisa berakibat buruk," kata Lech. Hal tersebut diamini oleh Anastasia Baker, seorang direktur Night Nanny yang mengungkapkan tak ada salahnya untuk meninggalkan bayi menangis selama beberapa menit. Tapi yang bermasalah adalah jika orangtua membiarkan bayinya menangis terlalu lama hingga si bayi tertidur. "Jelas tidak ada yang menganjurkan untuk meninggalkan bayi menangis dalam waktu lama. Tapi saya rasa Anda dapat meninggalkan bayi beberapa menit lalu mendatanginya untuk menenangkannya. Hasil ini telah menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik ini dapat membantu mengatasi masalah tidur pada anak dan memiliki efek yang sangat positif pada kehidupan keluarganya," ujar Mandy Gurney, pendiri Millpond Sleep Clinic. Jadi jika mendengar bayi Anda menangis, sebaiknya tak membiarkannya menangis untuk waktu yang terlalu lama. Karena hal ini bisa berdampak bagi perkembangan otaknya akibat hormon stres yang dihasilkan terlalu tinggi.

Sumber  :
 http://health.detik.com/read/2010/04/23/074536/1343835/764/1/bayi-yang-dibiarkan-nangis-terlalu-lama-otaknya-bisa-rusak
read more “BENARKAH INI RESIKO BAYI NANGIS TERLALU LAMA”

Benarkah Ini yang harus Kita lakukan saat bermimpi buruk

Dari sabda Rasulullah kita mengetahui bahwa mimpi buruk berasal dari syetan. Dari hadits pula kita mengetahui bahwa mimpi buruk itu ada tiga macam: mimpi yang tidak disukai, mimpi yang menakutkan, dan mimpi yang menyedihkan.

Apa yang harus dilakukan ketika seorang Muslim mimpi buruk? Berikut 6 tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jika diamalkan, maka mimpi buruk tersebut tidak akan membahayakan:

1. Berlindung kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan dari gangguan syetan

Yakni membaca ta’awudz “A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim” atau ta’awudz lainnya, tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


الْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ فَلْيَتَعَوَّذْ مِنْهُ وَلْيَبْصُقْ عَنْ شِمَالِهِ فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ
“Mimpi buruk berasal dari setan, maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi buruk, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah karenanya dan meludah ke samping kirinya, sehingga mimpi buruknya tidak membahayakannya" (HR. Al Bukhari)

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
"Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan tiga kali…" (HR. Muslim)

2. Meludah ke kiri tiga kali

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا
"Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali..." (HR. Muslim)

3. Bangun dan shalat

Langkah ini lebih kuat daripada langkah sebelumnya. Sebab, dengan shalat seseorang berlindung dan berdoa kepada Allah. Wudhu yang mendahului shalat juga menjaga seseorang dari gangguang syetan dan sihir.

فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ
“Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah...” (HR. Muslim)

وَإِنْ رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلَا يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ يُصَلِّي
“Jika seseorang bermimpi tentang sesuatu yang dibencinya, maka hendaknya ia tidak menceritakan kepada siapapun, dan hendaknya ia segera bangkit untuk mengerjakan shalat." (HR. Ibnu Majah)

4. Mengubah posisi tidurnya

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
"Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan tiga kali, dan mengubah tidurnya dari posisi semula." (HR. Muslim)

5. Jangan menceritakan mimpinya kepada orang lain

فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلَا يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَلْيَتْفِلْ ثَلَاثًا وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ
“Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakannya." (HR. Al Bukhari)

6. Jangan menafsiri mimpi tersebut dengan tafsir yang buruk

الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعْبَرْ فَإِذَا عُبِرَتْ وَقَعَتْ
"Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta'birkan/ditafsirkan, jika dita'birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi." (HR. Ibnu Majah; shahih)

Demikianlah 6 hal yang perlu dilakukan Muslim ketika ia bermimpi buruk sebagaimana diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Sumber
http://www.bersamadakwah.com/2014/04/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-mimpi_21.html
read more “Benarkah Ini yang harus Kita lakukan saat bermimpi buruk”

Benrkah AlQuran Digital Boleh Dibawa ke Toilet?

Saya mendownload aplikasi Al-Qur'an digital kemudian saya pasang di smartphone. Nah, Apakah Smartphone saya tidak boleh dibawa ke toilet?

Jawaban :

Ada beberapa etika dan adab di kamar mandi (toilet) yang perlu diperhatikan dengan baik. Diantaranya adalah berdoa ketika masuk dan keluar tooilet, tidak perlu berbicara ketika di toilet, tidak berdua atau lebih kecuali jika terpaksa dan tidak membawa barang-barang yang memang tidak diperlukan.

Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini :
Dari Anas dia berkata, "Jika Rasulullah Saw masuk ke dalam WC, beliau melepas cincinya" (HR.Nasai)
Mafhumnya, jika cincin saja yang keliatan sederhana, oleh rasuullah dilepas terlebih dahulu sebelum masuk WC apalagi benda-benda berharga dan beresiko rusak jika terkena air seperti HP atau lainnya.

Terlebih lagi HP atau smartphone tersebut kita manfaatkan untuk menyimpan aplikasi AlQuran atau hadist-hadist Rasulullah yang tidak layak berada di WC. Kecuali, jika kita masuk WC Umum yang tidak ada tempat penitipannya atau tidak mungkin dititipkan. Wallahu a'lam.

Sumber   :
http://www.percikaniman.org/category/tanya-jawab-islam/alquran-digital-boleh-dibawa-ke-toilet
read more “ Benrkah AlQuran Digital Boleh Dibawa ke Toilet?”

Benarkah ini Makna Cinta Sejati ...

Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.
***
Yang demikian itu karena cinta TUMBUH bersemi KARENA adanya iman, amal sholeh & akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yg kita cintai tidak bertambah, maka cinta kitapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yg dicintai berkurang, maka cinta kitapun turut berkurang.
***
CINTA kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yg rupawan, akan tetapi karena keimanan & berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi.
***
Sahabatku ...hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
***
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
****
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena 4 alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
****


Semoga Kita benar-benar akan (atau) sedang menemukan Cinta Sejati..sehingga akan benar-benar bersama-sama menjadi teman di akherat bukan menjadi musuh (silahkan baca Qs. Az Zukhruf: 67)
****
Bagi yang telah berkeluarga, waspadalah geliat setan harut & marut..“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al-Baqarah: 102)


Sumber          :  
http://www.percikaniman.org/category/artikel-islam/makna-cinta-sejati- 
read more “Benarkah ini Makna Cinta Sejati ...”

Benarkah ini Cara agar Hati Selalu Istiqamah

Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan seseorang. Bila hati penuh dengan ketaatan kepada Allah, maka perilaku seseorang akan penuh dengan kebaikan. Sebaliknya, bila hati penuh dengan syahwat dan hawa nafsu, maka yang akan muncul dalam perilaku adalah keburukan dan kemaksiatan.
Keburukan dan kemaksiatan ini bisa datang karena hati seseorang dalam keadaan lengah dari dzikir kepada Allah.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah berkata, "Apabila hati seseorang itu lengah dari dzikir kepada Allah, maka setan dengan serta merta akan masuk ke dalam hati seseorang dan mempengaruhinya untuk berbuat keburukan. Masuknya setan ke dalam hati yang lengah ini, bahkan lebih cepat daripada masuknya angin ke dalam sebuah ruangan."

Oleh karena itu, hati seorang mukmin harus senantiasa dijaga dari pengaruh setan ini. Yaitu, dengan senantiasa berada dalam sikap taat kepada Allah SWT. Upaya inilah yang disebut dengan Istiqamah.

 Lalu bagaimana agar hati kita selalu istiqamah? Terlebih di bulan suci Ramadhan seperti saat ini?
Pertama, meletakkan cinta kepada Allah SWT di atas segala-galanya.

Ini adalah persoalan yang tidak mudah dan butuh perjuangan keras. Karena, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami benturan antara kepentingan Allah dan kepentingan makhluk, entah itu kepentingan orang tua, guru, teman, saudara, atau yang lainnya. Apabila dalam kenyataanya kita lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka itu pertanda bahwa kita belum meletakkan cinta Allah di atas segala-galanya.

Padahal, Allah Subhanahu Wata'ala telah menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah, maka ia akan mengalami kebosanan dan siapa yang mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.

Kedua, membesarkan perintah dan larangan Allah.

Membesarkan perintah dan larangan Allah harus dimulai dari membesarkan dan mengagungkan pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah Subhanahu Wata'ala. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman yang artinya,

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah."Ulama dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, "Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah."

Membesarkan perintah Allah di antaranya adalah dengan menjaga waktu salat, melakukannya dengan khusyu, memeriksa rukun dan kesempurnaannya serta melakukannya secara berjamaah.

Ketiga, senantiasa berzikir kepada Allah.

Zikir adalah wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Dalam sebuah hadis qudsi Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, "Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya dalam kesibukan yang lebih baik darinya." (HR Bukhari).

Keempat, Mempelajari kisah orang-orang saleh terdahulu.

Hal ini diharapkan agar kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran mereka ketika menghadapi ujian yang berat, kejujuran mereka dalam bersikap, dan keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan.

Allah SWT berfirman, "Sungguh dalam kisah-kisah mereka terdapat ibrah (pelajaran) bagi orang yang memiliki akal, ...."

Kelima, senantiasa berpikir tentang kebesaran ciptaan Allah.

Allah SWT memiliki ciptaan yang indah dan besar. Dengan memikirkan ciptaannya diharapkan bisa menyadari betapa besar kekuasaan Allah terhadap ciptaan-Nya itu. Allah SWT berfirman, "Wahai manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah) permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan lalat, meskipun untuk melakukannya itu mereka berkumpul bersama..."

Keenam, Kenalilah Allah dengan nama-nama-Nya yang mulia / asmaul husna.

Kenalilah Allah dengan nama dan sifat-sifatnya, niscaya hatimu akan lembut dan menjadi terarah ke jalan yang lurus. Semakin kita mengenal Allah akan terbentuk rasa cinta kepada Allah, Rasa Takut Kepada Allah dan Rasa Harap kepada Allah. Rasa itulah yang akan selalu menuntun hati kita untuk selalu istiqomah di jalan-Nya

Ketujuh, Bertemanlah dengan orang-orang sholeh dan mencari pendamping yang sholeh.

Di dalam satu ayat, setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan istiqomah, Dia Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kita secara langsung dengan firmanNya:

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan".[QS. Hud (11):113]

Dengan demikian ayat ini menunjukkan perintah menjauhkan diri dari ahli kufur, ahli maksiat dan lain-lain, karena persahabatan itupun melahirkan kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada persahabatan tanpa kasih sayang, itulah baik dan bahayanya persaha-batan. Sampai sebuah sya'ir menyatakan:

"Jangan bertanya tentang seseorang. Tanyalah kepada shahabat karib pendampingnya. Setiap pendamping akan mengikuti siapa yang mendampinginya".
Demikian beberapa cara agar hati kita selalu istiqamah, semoga kita bisa menjalankannya dengan mudah dan menggapai hati yang istiqamah. Amin YRA..

  #iRm@

Sumber   :
http://www.percikaniman.org/category/artikel-islam/cara-hati-selalu-istiqamah
read more “Benarkah ini Cara agar Hati Selalu Istiqamah”

Benarkah Hidayah Menyapa Lewat Film Dokumenter


REPUBLIKA.CO.ID, Jika tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bank dan mendalami ketertarikannya di dunia fotografi, Lisa Vogl mungkin tak akan menemukan cahaya Islam.

Begitulah alur perkenalan perempuan 31 tahun ini dengan agama samawi ini. Berniat membuat tugas videografi tentang jilbab, Lisa justru tertarik mendalami Islam.

Padahal, Lisa begitu akrab disapa, besar dalam keluarga Kristiani. Secara keseluruhan, keluarga tidak terlalu religius, tapi ibu Lisa sangat memerhatikan spiritualitas. Seperti itulah Lisa dibesarkan.

Ia menuturkan kisah perjalanan hidupnya. Saat berusia 18 tahun, Lisa masuk kampus perempuan, Chatham College, Pittsburgh, Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia memilih aktif di klub softball.

Setahun pertama berkuliah, ia lantas memilih cuti selama satu tahun. Ia sempat magang di beberapa tempat, antara lain, Disney World, sembari bekerja di tempat lain.

Dari uang yang ia kumpulkan, sosok yang besar di East Lansing, Michigan, AS, ini melancong ke berbagai wilayah dunia untuk mengenal aneka budaya. Tak disangka, perjalanan yang dilakukan sulung dari enam bersaudara ini tak hanya meninggalkan kesan tentang budaya bangsa lain, tapi juga cahaya Islam di hatinya.

Maroko menjadi destinasi petualangannya. Selama berada tiga bulan di Maroko, ia tinggal bersama warga lokal di ruangan dengan luas sekitar 200 meter persegi. Mereka makan dan tidur di ruangan yang sama.

Tak ada air panas, tak ada kamar mandi yang memadai. Untuk bertahan hidup, ia mengajar bahasa Inggris di American Language Center. Di sinilah titik balik kehidupannya bermula. Maroko merupakan pengalaman paling menakjubkan dan berkesan dalam hidupnya.

Sadar atau tidak, perjalanan Lisa ke Maroko itu pulalah yang turut menyumbang pandangannya soal perempuan di masyarakat. Kesan itu ia tuangkan ketika menulis ihwal perempuan dan eksploitasinya di dunia Barat sebagai tugas wajib akhir kuliah.


BerhentiLulus kuliah, ia mendapat pekerjaan di sebuah bank di Chicago. Meski ia tidak tahu bekerja dengan sistem berbunga adalah haram dalam Islam, ia merasakan kebimbangan. ''Tapi, saya merasa hati saya tidak senang bekerja di sana,” ungkap Lisa seperti dikutip laman Aquila-style.com.

Lisa memutuskan berhenti. Ia memulai karier yang ia pandang lebih sejalan dengan minatnya, yakni fotografi. Ia bahkan sengaja mengikuti kuliah fotografi di Daytona State University, Florida, untuk mengasah minatnya tersebut.

Tahun pertama kuliah, ia mendapat tugas membuat video di kelas videografi. Tugasnya sederhana, membuat video dokumenter singkat tentang satu topik atau objek yang diminati.

Muncul ide di benak Lisa mengangkat tema tentang jilbab guna memenuhi tugas kuliahnya. Gagasan tersebut mencuat ketika ia aktif di kegiatan amal lokal, Project Downtown, yang memberi makanan para tunawisma setiap Ahad di masjid kota.

Selama menjalani aktivitas sosialnya tersebut, ia berkerudung. Kerudung, bagi Lisa, bukan hal asing. Ia telah terbiasa sejak di Maroko meski motifnya sekadar menghormati tradisi warga lokal di Maroko. Gayung bersambut, Lisa memulai dengan mewawancarai Nadine Abu Jubbara, rekan kerjanya di  Project Downtown.

Meski tanpa ia sadari, sentuhan hidayah telah begitu dekat dari hatinya. Berbagai pertanyaan ia sodorkan untuk Nadine. Jawaban demi jawaban membuka pintu hati Lisa ihwal alasan Muslimah berhijab.

“Hijab dalam Islam sebagai pelindung dan penghormatan perempuan,” kata Lisa yang kini tinggal di Las Cruce, Negara Bagian New Mexico, AS, bersama suami dan ibu mertuanya.

Hatinya tergerak. Rasa penasarannya memuncak. Lisa menelusuri ayat-ayat Alquran tentang hijab. Ia semakin tertarik mempelajari Islam. Ia menemui sejumlah ulama, melihat video ceramah mereka di Youtube, dan menelaah Alquran lebih menyeluruh.

Selama sembilan bulan, ia juga sempat membandingkan dua kitab suci, Alkitab dan Alquran. Ada beberapa kesamaan, tetapi keduanya tetap berbeda. Injil telah beberapa kali diubah, sementara Alquran tidak demikian.

SyahadatAkhirnya, pada Jumat,  29 Juli 2011, sebelum Ramadhan, Lisa Vogl mengikrarkan dirinya sebagai Muslimah. Ia merasakan berkah yang amat sangat betapa hidupnya mengalami perubahan.

Keluarganya tidak keberatan dengan keputusannya itu. Tapi, saat Lisa mulai berjilbab, ibunya merasa 'kehilangan' putri kesayangannya. Dengan jilbab, berarti Lisa tidak hanya menunjukkan identitasnya sebagai Muslimah di depan keluarganya, tapi kepada semua orang.

Lisa mencoba menjelaskan kepada keluarganya menggunakan jilbab justru merupakan keberkahan dan menjadi jalan dakwahnya. Penjelasan ini juga yang Lisa sampaikan kepada mereka yang bertanya mengapa ia berjilbab.

Berbagai inspirasiLewat video yang ia buat tentang jilbab, ia berharap bisa berbagi inspirasi yang sama melalui ketertarikannyanya di bidang fotografi.

Beberapa Muslimah yang lebih senior dari Lisa bahkan mengaku terinspirasi segera berjilbab usai berkaca pada Lisa. Bagaimanapun, meski bukan Muslimah sejak lahir, ia tetap berjilbab ke manapun ia pergi.

Lisa juga tidak menutup mata atas beragam penilaian orang-orang di sekitarnya soal jilbab yang ia kenakan. Ia hanya berkeyakinan perubahan hanya bisa dirasakan dengan menghadapinya. “Sebagai Muslim, kita harus berupaya mengubah perspektif buruk tentang jilbab itu,'' tutur Lisa.

Setelah merasakan nikmatnya hidayah, Lisa berbagi nasihat bagi saudara Muslim. Pertama, jangan pernah takut menunjukkan jati diri. Jika seorang Muslim bangga dengan keislamannya, orang lain akan menghormati.

Kedua, jilbab adalah bentuk dakwah. Perempuan lebih berpeluang dibanding laki-laki untuk menyebarkan Islam lewat busana yang dipakai. ''Kita gunakan kesempatan dan berkah itu untuk menunjukkan Islam,'' ajak Lisa.

Dan, sebagai Muslim, tak ada alasan berhenti mengejar mimpi dan cita-cita. Setelah semua yang ia lewati, ia bersyukur meninggalkan banyak hal dan memilih fotografi yang justru mempertemukannya dengan Islam.


Sumber   :

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tb7k-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-1

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tbwf-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-2

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/08/05/n9tcdb-hidayah-menyapa-lewat-film-dokumenter-3habis


read more “Benarkah Hidayah Menyapa Lewat Film Dokumenter”

Benarkah Karena Hijab, Mantan Model Playboy Masuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MALAYSIA -- Mantan model majalah Playboy asal Malaysia, Felixia Yeap memutuskan untuk menjadi mualaf. Alasannya, karena ia jatuh cinta dengan hijab,
Felixia mulai tertarik dengan Islam setelah sebulan menjadi model salah satu hijab ternama. Melalui akun facebooknya, Felixia mendeklarasikan pernyataan keislamannya yang akan diresmikan pada 3 Juli mendatang yang juga merupakan hari ulang tahunnya.
"Saya berharap semua orang berdoa saya teguh dan berkomitmen dalam perjalanan baru saya," kata Felixia seperti dilansir OnIslamNet, Ahad (29/6).
Model berusia 28 tahun itu menuturkan awal mula tertarik kepada jilbab saat ia menerima tawaran untuk pameran di suatu kesempatan. Sejak saat itu, ia menilai pemakaian jilbab bukan semata sebagai pakaian tetapi juga bentuk kenyamanan.
"Saya yakin saya bernilai lebih dari sekedar memamerkan tubuh saya. Saya lebih dari ini,” ucap model yang pernah berpose untuk Playboy Filifina tersebut.
Saat mengumumkan rencananya untuk beralih ke Islam, ia pun mengaku mendapat dukungan luas oleh penggemarnya.
"Hanya Allah yang dapat membalas semua orang yang berdoa untuk kehidupan baru saya," tambahnya.

Sumber    :

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/06/30/n7yc6i-karena-hijab-mantan-model-playboy-masuk-islam
read more “Benarkah Karena Hijab, Mantan Model Playboy Masuk Islam”

Benarkah Menikah pada Bulan Syawal Itu Sunah ?

Oleh: Hannan Putra
Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA dan mulai tinggal dengannya pada bulan Syawal.
Nikah merupakan sunah Rasulullah SAW dan juga sunah para nabi terdahulu. Nikah sebagai jalan penyaluran fitrah manusia yang padanya terdapat hikmah yang luas. Dengan menikah, kemaslahatan dan keberlangsungan hidup manusia akan terjaga dengan baik.

Rasulullah SAW dalam hadisnya secara tegas mengatakan, “Sesungguhnya di antara sunahku, aku shalat malam dan aku juga tidur, aku berpuasa dan aku juga berbuka, aku menikah dan aku juga (bisa) menceraikan. Barang siapa yang membenci sunahku maka ia bukan golonganku.” (HR ad-Darimi).

Pada dasarnya waktu menikah tidak terikat dengan waktu-waktu tertentu. Kapan saja, pada hari apa pun, dan bulan apa pun seseorang boleh untuk menikah. Dalam akidah Islam tidak ada istilah hari dan bulan buruk atau waktu sial untuk melangsungkan pernikahan.

Namun pada kenyataannya, masih saja ada yang meyakini adanya hari sial dan bulan sial. Dalam menentukan waktu pernikahan, mereka menghitung-hitung dan mencari waktu yang mereka yakini sebagai waktu yang baik, hari dan bulan baik. Harapannya, supaya terhindar dari bala bencana.

Keyakinan seperti itu disebut tasyaum atau thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) yang tentu bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada (sesuatu) yang menular dan tidak ada (sesuatu) yang sial (yakni, secara zatnya), dan aku kagum dengan al-fa’l ash-shalih, yaitu kalimat (harapan) yang baik.” (HR Bukhari Muslim).

Dahulu, bangsa Arab Jahiliyah berkeyakinan bahwa bulan Syawal yang penuh berkah itu tak baik untuk melangsungkan pernikahan. Para wanita jahiliyah menolak untuk dinikahi pada bulan Syawal.

Alasannya cukup lucu, karena unta betina menolak didekati unta jantan dengan cara mengangkat ekornya. Mereka menamakan perilaku unta betina itu dengan sebutan syalat bi dzanabiha (menolak dengan mengangkat ekornya). Dari kata “Syalat” ini pulalah orang Arab Jahiliyah mengambil asal-muasal kata Syawal. Demikian, seperti diterangkan dalam Lisanul Arab Ibnu Mundzir (Jilid 11/ halaman 374).

Setelah Islam datang, tahayul yang dipercayai bangsa Arab itu dipatahkan Rasulullah SAW. Beliau SAW menikahi Aisyah RA pada tahun ke-11 kenabian, tepatnya pada bulan Syawal. Rasulullah SAW juga menjadikan keberkahan bulan Syawal dengan tercatatnya beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Perang Uhud pada tahun ke-3 H, Perang Khandaq pada ke-5 H, dan Perang Hunain pada ke-8 H, semuanya terjadi pada bulan Syawal. Beliau SAW juga menikahi Saudah binti Zam’ah RA juga pada bulan Syawal.

Sumber  :

 http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/14/08/09/na16g5-benarkah-menikah-pada-bulan-syawal-itu-sunah-1


Artikel 2

Oleh: Hannan Putra
Tahayul bangsa Arab Jahiliyah ini hampir serupa pula dengan tahayul yang ada di masyarakat nusantara, salah satunya di Minangkabau.

Di beberapa tempat diyakini, menikah antara dua khutbah (Idul Fitri dan Idul Adha) diyakini akan menuai sial. Akhirnya, banyak yang khawatir untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal gara-gara tahayul jahiliyah yang sudah dipercayai turun-temurun ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Nikah itu termasuk sunahku. Barang siapa yang enggan mengamalkan sunahku maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR Ibnu Majah).

Tentunya, jika ingin mengikuti sunah Rasulullah SAW dan tergolong sebagai umatnya, menikah pada bulan Syawal termasuk pada sunah yang dinilai berpahala jika diikuti. Mengikuti sunah, yakni dengan mengikuti tata cara pelaksanaan sunah itu sendiri. Jadi, dari segi waktu, menikah bulan Syawal mengikuti sunah Nabi SAW yang menikahi Aisyah RA pada bulan tersebut.

Aisyah RA menceritakan, “Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka, istri-istri Rasulullah SAW yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (HR Muslim). Semenjak itu pula, Aisyah RA juga suka menikahkan shahabiyah pada bulan Syawal pula.

Imam Nawawi menerangkan, “Di dalam hadis ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami (ulama syafi’iyyah) telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadis ini.

Dan Aisyah RA, ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat jahiliyah dahulu dan anggapan tahayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal.

Dan ini adalah batil, tidak ada dasarnya. Ini termasuk peninggalan jahiliyah yang ber-tathayyur (menganggap sial). Hal itu karena penamaan Syawal dari kata al-isyalah dan ar-raf’u(menghilangkan/mengangkat).”

Menikahnya Rasulullah SAW pada bulan Syawal untuk mematahkan tahayul Jahiliyah yang saat itu berkembang. Maka, sepatutnya pula bagi para dai mengikuti sunah dan menikah pada bulan Syawal untuk mematahkan pula tahayul jahiliyah yang marak diyakini masyarakat saat ini.

Jadi, jelaslah pada bulan Syawal terdapat hikmah dan anjuran untuk menikah. Menikah pada bulan tersebut dihitung sebagai pahala mengikuti sunah Rasulullah. Di samping itu, berpahala pula untuk mematahkan tahayul yang diyakini masyarakat jahiliyah.

Sumber   :

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/14/08/09/na16jb-benarkah-menikah-pada-bulan-syawal-itu-sunah-2habis
read more “Benarkah Menikah pada Bulan Syawal Itu Sunah ?”

Benarkah Jika seorang manusia telah ditetapkan kematian niscaya ia akan mendatangi tempat kematiannya

SAUDARAKU, MARI KITA BERSIAP UNTUK MENGHADAPI KEMATIAN !!

SEMUA YANG BERNYAWA NISCAYA AKAN MERASAKAN KEMATIAN
بسم الله الرحمن الرحيم
Kematian adalah sesuatu yang pasti menimpa siapapun manusia di dunia, yang mukminnya ataupun yang munafik atau yang kafirnya, ulamanya ataupun kaum awamnya, lelaki ataupun perempuannya, yang mudanya ataupun yang tuanya, kaum kayaknya ataupun miskinnya, golongan pejabat ataupun rakyat jelatanya dan selainnya, niscaya mereka semuanya akan mengalami kematian. Hal tersebut sebagaimana yang telah banyak di alami oleh umat-umat terdahulu dan sekang ini, dan juga pernah dialami oleh seorang shahabat dari golongan Anshor yang diselenggarakan penguburannya oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat radliyallahu anhum, sebagaimana persaksian al-Barra’ bin ‘Azib radliyallahu anhu di dalam pembahasan dari hadits terdahulu. [1]
Hal inipun didukung oleh beberapa dalil berikut ini,
تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ اْلمـُلْكُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِى خَلَقَ اْلـمَوْتَ وَ اْلحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَ هُوَ اْلعَزِيزُ اْلغَفُورُ
 Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. [QS. Al-Mulk/ 67: 1-2].
Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah menciptakan mati dan hidup. Jika Allah Azza wa Jalla telah menciptakan kehidupan bagi seorang manusia, maka Ia juga akan menciptakan kematian baginya. Maka kematian adalah sesuatu yang dipastikan akan dimiliki oleh setiap makhluk hidup sebagaimana Allah Jalla wa Ala pernah memberikan kehidupan kepadanya. Sebab setiap yang memiliki jiwa niscaya akan merasakan kematian, meskipun ia berusaha dengan maksimal dan optimal untuk selalu menjauhi dan menghindarinya. Kendatipun ia berada di dalam benteng kuat yang tak mudah dihancurkan senjata canggih apapun yang dijumpai di muka bumi, bungker kokoh yang keberadaannya sangat tersembunyi, istana megah yang diawasi oleh ribuan penjaga perkasa tak tertandingi namun tetap kematian itu akan datang menemui dan menghampirinya tiada peduli. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut ini,
وَ مَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ اْلخُلْدَ أَفَإِين مِّتَّ فَهُمُ اْلخَالِدُونَ
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?. [QS al-Anbiya’/21: 34].
 كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ
 Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَ مَا يَسْتَئْخِرُونَ
 Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya). [QS al-Hijr/ 15: 5].
 قُلْ إِنَّ اْلمـَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ اْلغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكَمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang mengetahui keghaiban dan yang nyata. Lalu Ia akan beritakan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan. [QS. Al-Jumu’ah/62: 8].
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ اْلمـَوْتُ وَ لَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ
 Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [QS. An-Nisa’/ 4: 78].
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna di dalam alqur’an bahwasanya setiap yang berjiwa akan merasakan kematian dan ketidak-abadian. Karena keabadian itu hanya ada di hari kiamat kelak, di dalam surga dengan segala kenikmatannya atau di dalam neraka dengan segala kesengsaraanya. Apakah kematian yang merenggut nyawanya itu karena penyakit yang menimpanya, kecelakaan kendaraan atau pesawat yang ditumpanginya, terbenam dalam kubangan air yang menenggelamkannya, teruruk dalam bongkahan-bongkahan tanah yang menguburnya, terbakar oleh api yang mengepungnya, terbunuh oleh lawan yang berseteru dengannya ataupun dengan sebab-sebab lainnya.
Setiap manusia meskipun ia takut mati sehingga ia hanya berdiam diri di rumahnya dalam rangka menghindar dari kematian maka jikalau telah ditentukan kematian kepadanya niscaya ia akan mendatangi tempat dimana ia akan mati di tempat tersebut dan akan tertimpa sesuatu peristiwa yang menyebabkan kematian yang telah ditentukan baginya. Hal ini sebagaimana telah diungkapkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam ayat berikut,
قُلْ لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ اْلقَتْلُ إِلَى مَضَاجَعِهِمْ
Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. [QS Alu Imran/ 3: 154].
Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan akan dasar qodlo dan qodar Allah. Bahwa orang yang telah ditetapkan kematian baginya di suatu tempat maka ia pasti akan mati di tempat tersebut”. [2]
Maka kematian itu niscaya akan menghampiri setiap jiwa dalam berbagai keadaan, apakah matinya itu lantaran memperjuangkan agama Allah dengan bentuk berjihad dengan harta, lisan dan jiwa, kelelahan tatkala mengerjakan beberapa ibadah dari ibadah-ibadah yang disyariatkan oleh agama, membantu dan mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi di dalam menegakkan Islam sebagai agama yang paling bersahaja dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengandung kemuliaan. Ataukah matinya itu ketika sedang membela kebatilan yang selama ini ia yakini, melakukan berbagai kemaksiatan yang selama ini ia sukai, membantu dan mengajak orang lain untuk menentang dan melawan kebenaran yang selama ini ia benci dan jauhi dan lain sebagainya. Ini adalah kematian yang mengundang kenistaan. Mati berbalutkan kemuliaan ataukah mati berselimutkan kenistaan, itulah dua pilihan yang mesti diambil oleh setiap manusia yang niscaya akan melampaui dan memilih salah satu di antara keduanya.
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَ إِمَّا كَفُورًا
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. [QS. Al-Insan/ 76: 3].
Bahkan di dalam setiap kematian itu terdapat sekarat, yang mesti di alami oleh setiap manusia baik yang mukmin, munafik ataupun kafirnya.
وَ جَآءَتْ سَكْرَةُ اْلـمَوْتِ بِاْلحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
Dan datanglah sekaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. [QS. Qof/ 50: 19].
Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat secara pasti. Ya Allah mudahkanlah sekaratul maut atas kami”. [3]
وَ لَوْ تَرَى إِذِ اْلظَّالِمـُونَ فِى غَمَرَاتِ اْلمـَوْتِ وَ اْلمـَلَائِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمْ
 Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sekaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu”. [QS. Al-An’am/ 6: 93].
Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penetapan adanya adzab kubur dan sekaratul maut”. Di dalam hadits, “Bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat”. [4]
 عن عائشة كَانَتْ تَقُوْلُ: إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ -  عُلْبَةٌ فِيْهَا مَاءٌ – يَشُكُّ عُمَرُ – فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَهُ فىِ اْلمـَاءِ فَيَمْسَحُ بِهَا وَجْهَهُ وَ يَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُوْلُ: فىِ الرَّفِيْقِ اْلأَعْلىَ حَتىَّ قُبِضَ وَ مَالَتْ يَدُهُ
Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Sesungguhnya di hadapan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam ada sebuah bejana (yang terbuat dari kulit atau mangkuk) –Umar ragu-ragu- yang berisi air. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam air itu dan membasuh wajahnya dengannya. Beliau bersabda, “Laa ilaaha illallah (tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah), sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat”. Kemudian beliau mengangkat tangannya seraya bersabda, “Berada di tempat yang tinggi”. Sehingga beliau wafat sedangkan tangannya mengendur/ terkulai. [HR al-Bukhoriy: 6510. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [5]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan bahwasanya kematian itu mempunyai sekarat dan kesulitan sehingga para Nabi Alaihim as-Salam pun meminta diringankan dari sekarat ini”. [6]
Berdasarkan ayat dan hadits di atas dapat dipahami bahwasanya setiap kematian yang menimpa seseorang itu niscaya terdapat sekarat, yaitu suatu tekanan yang amat berat lagi menyulitkan ketika menjelang kematiannya sehingga orang tersebut seperti orang yang kehilangan akal dan kesadarannya sebagaimana keadaan orang yang sedang mabuk. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan kita dari sekaratul maut ini seringan-ringannya.
Hadits dari Aisyah radliyallahu anha di atas menjadi dalil akan bolehnya bagi orang yang sakit untuk mempergunakan air pada bagian kepalanya (ngompres) untuk meringankan sakit panas yang menimpanya dan juga disunnahkan baginya untuk selalu memohon ampunan dan rahmat dari-Nya. Hal ini juga didukung oleh dalil berikut ini,
 عن عائشة قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيِّ وَ هُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَيَّ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لىِ وَ ارْحَمْنىِ وَ أَلْحِقْنىِ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى
Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata sedangkan beliau sedang bersandar kepadaku, “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan himpunkan aku di tempat yang tinggi”. [HR al-Bukhoriy: 5674 dan Muslim: 2444. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih].  [7]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Sepatutnya bagi orang yang sakit itu untuk meminta ampunan dan rahmat. Ia tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak boleh berputus harapan dari rahmat-Nya”. [8]
Maka dianjurkan bagi setiap muslim, ketika tertimpa sakit apalagi sakitnya itu mendekati tanda-tanda kematian untuk memperbanyak meminta ampun dan rahmat kepada Allah Jalla dzikruhu, selalu memuji-Nya, menghiasi diri dengan berbaik sangka kepada-Nya dan senantiasa berharap berjumpa dengan-Nya dan takut terhadap akibat dari dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Hal ini sebagaimana telah disinyalir di dalam dalil-dalil hadits berikut ini,
Dari Ibnu Abbas radliyallahu anha berkata, “Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengambil seorang anak perempuan asuh yang hampir meninggal dunia. Beliau meletakkannya di atas dadanya (memeluknya), lalu ia meninggal dunia di dalam pelukannya. Maka Ummu Ayman radliyallahu anha pun berteriak menangis. Dikatakan kepadanya, “Mengapa kamu menangis di sisi Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam?”. Iapun berkata, “Bukankah aku juga  melihatmu  menangis wahai Rosulullah?”. Beliau Shallallahu alaihi wa sallampun bersabda, “Aku tidaklah menangis, ini hanyalah rahmat (rasa kasih sayang)”.
إِنَّ اْلمـُؤْمِنَ بِكُلِّ خَيْرٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِنَّ نَفْسَهُ تَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ جَنْبَيْهِ وَ هُوَ يَحْمَدُ اللهَ عز و جل
 “Sesungguhnya orang mukmin itu selalu di dalam kebaikan di atas setiap keadaan, sesungguhnya jiwanya keluar dari jasadnya sedangkan ia dalam keadaan memuji Allah Azza wa Jalla”. [HR Ahmad: I/ 273-274. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy shahih]. [9]
 عن جابر رضي الله عنه قَالَ: َسمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلاَثٍ قَالَ: لاَ يَمُوْتُ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَ هُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللهِ
Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, “Aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan tiga hal sebelum wafatnya. Beliau bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian mati melainkan dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah”. [HR Abu Dawud: 3113, Muslim, Ibnu Majah: 4167 dan Ahmad: III/ 293, 325, 330, 334, 390. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [10]
Dari Anas radliyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah masuk menemui seorang pemuda yang sedang mendekati kematian. Beliau bersabda, “Apa yang kamu rasakan?”. Ia menjawab, “Demi Allah, wahai Rosulullah, sesungguhnya aku mengharapkan Allah dan aku takut terhadap dosa-dosaku”. Maka Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
 لاَ يَجْتَمِعَانِ فىِ قَلْبِ عَبْدٍ فىِ مِثْلِ هَذَا اْلمـَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُوْ وَ آمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
“Tidaklah keduanya terhimpun di dalam hati seorang hamba di semisal tempat ini melainkan Allah akan memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan mengamankannya dari apa yang ia takuti”. [HR at-Turmudziy: 983, Ibnu Majah: 4261 dan Ibnu Abi ad-Dunya. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: hasan]. [11]
Begitu pula disyariatkan bagi setiap muslim yang sedang menemani atau menjaga keluarganya yang sedang sakit untuk selalu mentalkinkan kalimat syahadat baginya itu dengan ucapan “laa ilaaha illallah”. [12] Yakni muslim tersebut membimbing orang yang sakit itu untuk dapat melafazhkan atau mengucapkan kalimat syahadat itu dengan fasih dan benar, sebab jika akhir hidup saudaranya itu ditutup dengan ucapan tersebut maka ia akan masuk ke dalam surga, meskipun ia diadzab terlebih dahulu  di dalam neraka sesuai dengan perbuatan-dosa-dosa yang telah ia kerjakan.  Hal  ini pernah dilakukan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika membesuk pamannya yaitu Abu Thalib dan seorang anak Yahudi yang sedang sakit. Beliau menawarkan Islam kepada keduanya dengan cara mengucapkan kalimat syahadat, tetapi Abu Thalib menolak ajakan beliau dan anak Yahudi itu menerima ajakannya. [13]
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم : لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ قَوْلَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Dari Abu Sa’id al-Khudriy radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Talkinkan orang yang hendak mati di antara kalian dengan mengucapkan “laa ilaaha illallah”. [HR Abu Dawud: 3117, Muslim: 916, 917, at-Turmudziy: 976, an-Nasa’iy: IV/ 5, Ibnu Majah: 1444, 1445 dan Ahmad: III/ 3. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [14]
عن معاذ بن جبل قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ اْلجَنَّةَ
 Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu  berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang akhir ucapannya “laa ilaaha illallah” maka dia akan masuk surga”. [HR Abu Dawud: 3116 dan Ahmad: V/ 233 dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [15]
Hal ini mesti dijaga oleh setiap muslim sebab setan tidak pernah lalai di dalam menyesatkan dan menggelincirkan manusia di setiap keadaannya, sehingga ia berusaha menutupi akhir kehidupannya dengan kesudahan yang buruk (su’ul khatimah). Ma’adzallah.
 عن جابر رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتىَّ  يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمْطِ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَ لاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فىِ أَيِّ طَعَامِهِ تَكُوْنُ اْلبَرَكَةُ
Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, aku pernah mendengar  Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kalian pada setiap keadaannya, hingga akan mendatanginya disaat makan. Sebab itu apabila jatuh sepotong makanan, maka hendaklah ia membuang (membersihkan) kotorannya lalu memakannya. Dan hendaklah ia tidak membiarkannya dimakan oleh setan Dan jika telah selesai makan, hendaklah ia menjilati jari jemarinya, karena ia tidak tahu pada bahagian makanan yang manakah adanya berkah”. [HR Muslim: 2033. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [16]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Setan selalu mengamati hamba di segala gerak geriknya. Apabila seseorang lalai dari manhaj Allah maka setan akan dapat menguasainya”. [17]
Jika setan senantiasa berusaha menggelincirkan setiap hamba di segala keadaannya, bahkan tatkala sedang makan yang ia berusaha menghilangkan atau melenyapkan berkah dari orang tersebut. Maka kesungguhannya untuk memalingkan mereka dari Allah Subhanahu wa ta’ala, tentu akan lebih tatkala ada di antara mereka yang sedang meregang nyawa hendak meninggalkan dunia yang fana ini.
Dari sebab itu, hendaknya setiap hamba selalu ingat kepada Allah Azza wa Jalla  dengan selalu memuji-Nya, memohon rahmat dan ampunan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, meminta kepada-Nya agar diwafatkan dalam keadaan Islam dan Iman, dimudahkan dari sekaratul maut dan melazimkan lisan untuk berdzikir kepada-Nya. Begitupun keluarga yang mendampinginya ketika sakitnya, hendaknya membimbingnya dengan mentalkinkan kalimat “laa ilaaha illallah” kepadanya, menashihati dan menyuruhnya agar selalu sabar dan ridlo terhadap ketetapan-Nya. Janganlah mereka membiarkan celah sedikitpun bagi setan untuk dapat memalingkannya dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
Malaikat maut alaihi as-Salam adalah malaikat yang diserahi tugas untuk mencabut nyawa.
Hadits dari al-Barra’ bin Azib radliyallahu anhu di atas juga menerangkan tentang nama Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa setiap orang yang telah ditentukan kematian atasnya dengan nama Malaikat maut Alaihim as-Salam. Hal inipun sebagaimana telah disebutkan di dalam ayat berikut ini,
قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ اْلمـَوْتِ الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi tugas untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu. Kemudian hanya kepada Rabbmulah, kamu akan dikembalikan.” [QS. As-Sajadah/ 32: 11].
Berkata asy-Syaikh al-Albaniy rahimahullah, “Ini (yaitu Malaikat maut) adalah merupakan namanya di dalam alqur’an dan sunnah. Adapun penamaan malaikat Izrail itu tidak ada asalnya, (hal ini jelas) berbeda dengan apa yang telah mahsyur (terkenal) di sisi manusia. Barangkali nama tersebut adalah termasuk dari cerita israilliyat”. [18]
Kedatangan Malaikat maut ini diawali dengan datangnya beberapa malaikat yang menyertainya, apakah para malaikat yang berwajah putih bersinar laksana mentari, yang pada tangan mereka ada kain kafan dari kain kafan surga dan balsem dari balsem surga. Ataukah para malaikat yang berwajah hitam kelam, yang keras lagi bengis yang pada tangan mereka ada semacam karung goni dari neraka. Manakah di antara dua golongan malaikat itu yang datang?, maka itu menunjukkan keadaan orang yang hendak mati. Jika yang datang itu adalah golongan malaikat yang pertama maka yang hendak meninggal dunia itu adalah termasuk orang mukmin yang gemar beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, yang kelak akan menempati surga dan meraih keridloan-Nya. Namun jika yang datang itu golongan malaikat yang kedua maka niscaya yang akan meninggal dunia itu adalah orang kafir atau munafik yang kerap berbuat dosa, yang kelak akan menempati neraka dan mendapatkan kemurkaan-Nya.
حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ اْلمـَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَ هُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh para utusan Kami (yaitu para Malaikat), dan utusan-utusan Kami itu tidak pernah melalaikan kewajibannya. [QS. Al-An’am/ 6: 61].
Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah,  “((ia diwafatkan oleh utusan-utusan Kami))  yaitu Malaikat maut dan kawan-kawannya”. [19]
Demikian sekilas penjelasan tentang kematian yang pasti akan datang menghampiri setiap makhluk hidup, khususnya umat manusia. Kaum pria ataupun para wanita, para penguasa ataupun rakyat jelata, kaum berpendidikan ataupun kaum yang terhimpit kebodohan, para ulama ataupun kaum awamnya, golongan mukminin ataupun kaum munafikin dan kafirin, dan selainnya. Semuanya mereka pasti akan didatangi oleh maut tanpa terkecuali dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan kita sebagai umat Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam sebagai orang-orang yang siap menghadapi kematian dengan keimanan dan amal-amal shalih dan meninggalkan dunia yang fana ini dengan husnul khatimah.


Sumber     :
https://cintakajiansunnah.wordpress.com/tag/jika-seorang-manusia-telah-ditetapkan-kematian-niscaya-ia-akan-mendatangi-tempat-kematiannya/
read more “Benarkah Jika seorang manusia telah ditetapkan kematian niscaya ia akan mendatangi tempat kematiannya”

Benarkah ini Rahasia Bagi Para Ayah untuk Memperkuat Ikatan Batin dengan si Kecil

Jakarta, Selama ini, kedekatan antara anak dan orang tua, terutama bayi yang baru lahir didominasi ikatan batin antara anak dengan sang ibu. Padahal, ayah pun memiliki ikatan batin yang tak kalah kuat terutama saat mereka terlibat aktif dalam pengasuhan si kecil.

Baru-baru ini, peneliti di Bar Ilan University, Israel menerbitkan studi yang menunjukkan bahwa otak ayah yang aktif mengasuh anak sama aktifnya dengan kondisi otak ibu ketika mengandung. Di mana jaringan otak yang aktif tersebut memungkinkan ibu memiliki reaksi naluriah terhadap kebutuhan anak.

"Ada ikatan batin sangat kuat antara ibu dengan anaknya yang baru lahir. Pada ayah, ikatan ini pun bisa terbentuk meskipun perlu sedikit usaha yakni selalu berusaha dekat dengan anak kapanpun," tutur pemimpin studi, Ruth Feldman, profesor osikologi di Bar Ilan University dan dosen du Yale University.

Dalam studi ini, Feldman melibatkan 90 ayah dan ibu yang dibagi menjadi tiga kelompok yakni ibu sebagai pengasuh utama, ayah sebagai pengasuh sekunder, dan ayah sebagai pengasuh utama. Peneliti merekam video saat orang tua bermain dengan si anak lalu memutarnya saat peserta melakukan scan otak di mesin MRI.

Saat melihat video, otak ibu sebagai pengasuh utama memiliki respons kuat pada bagian amigdala, bagian otak yang mengatur reaksi emosional. Sedangkan, pada ayah sebagai pengasuh sekunder, jaringan otak yang mengatur proses kognitif sosiallah yang paling kuat, demikian dikutip dari CNN, Kamis (3/7/2014).

Pada ayah sebagai pengasuh utama, ditemukan respons otak yang mengatur hubungan emosional dengan anak sekaligus respons kognitif sosial. Menanggapi temuan ini, James Morris, asisten profesor psikologi di University of Virginia mengatakan ayah sebaiknya meluangkan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan sang anak.

"Meskipun, perlu diteliti lebih lanjut faktor lain yang membuat ayah sebagai pengasuh utama dan memengaruhi kedekatan mereka dengan anak. Misalnya faktor stres, pengalaman masa lalu, dan kesendirian yang dialami," tutur Morris.



(rdn/up)

 Sumber     :
http://health.detik.com/read/2014/07/03/103107/2626462/764/rahasia-bagi-para-ayah-untuk-memperkuat-ikatan-batin-dengan-si-kecil
read more “Benarkah ini Rahasia Bagi Para Ayah untuk Memperkuat Ikatan Batin dengan si Kecil”

Benarkah Jangan Tidur Sebelum Dzuhur

Hidup sehat itu indah, tetapi adakalanya sakit itu selalu menimpa siapa saja dan kapan saja. Sakit kadang sebenarnya dibuat oleh kita sendiri karena pola makan yang tidak teratur, sering makan makanan yang serba instan dan berlemak, pola tidur yang tidak teratur atau bahkan kurang tidur.
Bicara soal tidur, banyak pakar kesehatan yang menyatakan bahwa manusia sebaiknya tidur jangan kurang dari 8 jam, tetapi kembali lagi kepada pola tidur yang biasa dilakukan oleh orang tersebut. Kalau biasanya kita tidur setiap jam 10 malam, walaupun kita sudah merebahkan diri di atas kasur tetapi tetap saja belum bisa tidur.
Begitu juga dengan kebiasaan orang yang tidur jam 12 malam atau bahkan yang lebih pagi, mereka tidak akan bisa tidur sore walaupun sudah merebahkan dirinya di atas pembaringan. Jadi tiap manusia mempunyai pola tidur yang berbeda-beda.
Tapi ada tidur yang tidak disarankan oleh para ahli kesehatan, di antaranya adalah tidur terlalu pagi karena sering begadang yang tidak perlu, nongkrong atau clubbing hingga larut malam bahkan hingga pagi. Ini menyebabkan pola tidur yang tidak seimbang dan kondisi tubuh lambat laun akan menurun.
Tidur yang tidak disarankan lagi adalah bangun pagi kemudian tidur lagi hingga siang hari. Ini juga akan berpengaruh pada pola makan dan tidak seimbangnya pola tidur yang berlebihan sehingga asupan makanan berkurang yang menyebabkan kesehatan akan terganggu.
Selain itu tidur yang tidak disarankan lagi adalah tidur sebelum dzuhur, misalnya jam 10 atau 11 tidur kemudian bangun jam 2 atau 3 siang, tidur di waktu ini rentan terhadap penyakit. Biasanya penyakit yang sering dialami adalah penyakit migrant, flu, pilek dan badan pegal-pegal.
Waktu tidur yang kurang tepat berikutnya adalah menjelang maghrib. Biasanya karena kecapean, anda tiduran di kursi ternyata langsung ketiduran. Tidur antara jam 4 atau jam 5 sore, bangunnya terkadang menjelang maghrib atau setelah maghrib. Waktu tersebut terkadang membuat kita bingung setelah bangun, apakah sudah pagi atau masih malam.Sehingga seperti orang yang terkena penyakit linglung.
Saya yakin anda juga pernah mengalami, tidur yang tidak tepat. Sehingga yang harusnya tidur itu membuat badan anda menjadi fresh ternyata membuat badan kita tidak sehat atau sakit ketika bangun tidur. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi anda.


Sumber








 
read more “Benarkah Jangan Tidur Sebelum Dzuhur”

Benarkah Tak Ada Kata Terlambat untuk Apresiasi Anak

Yogyakarta, Sayang rasanya bila kita melewatkan momen pertama yang dialami anak, misal momen pertama bisa berjalan atau bilang 'Papa' atau 'Mama'. Berdasarkan hasil survei sebuah perusahaan susu pertumbuhan terkemuka Indonesia, 98 persen ibu mengaku pernah menyaksikan 'Momen Wow' tersebut.

Hanya saja sebagian besar dari responden tersebut adalah ibu yang tidak bekerja. Lantas bagaimana dengan ibu yg bekerja?

"Apresiasinya tidak harus pas pertama kali anak melakukannya. Yang namanya pertama itu kita tinggal di rumah aja bisa kelewatan. Kita lagi di kamar mandi tiba-tiba anak kita bisa berdiri, kelewatan deh. Kita lagi masak, dia tahu-tahu bisa ngomong, yah kelewatan lagi," terang psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi., MHPed.

Hal ini disampaikan Rosdiana dalam acara 'Pentingnya Merayakan Momen Wow untuk Tahap Tumbuh Kembang si Kecil' yang digelar Frisian Flag di Balai Pamungkas, Yogyakarta, Seperti ditulis Jumat (6/6/2014).

Untuk itu, apresiasi dapat diberikan ketika pertama kali orang tua melihat anaknya melakukan hal yang sebelumnya belum bisa ia lakukan atau yang disebut 'Momen Wow' tadi. Jadi tidak harus pertama kali dia melakukan.

Akan tetapi psikolog yang akrab dipanggil Diana itu juga mengatakan ada perbedaan persepsi tentang 'prestasi' anak bagi orang tua yang bekerja dan tidak. Menurutnya, orang tua yang bekerja lebih bahagia bila tahu anaknya sudah bisa mandiri. Sedangkan orang tua yang tidak bekerja merasa bangga jika anaknya bisa membantu mereka melakukan atau meringankan pekerjaan rumah tangga.

"Yang jelas dua-duanya bagus karena sama-sama menunjukkan kemandirian," tegasnya.

Diana menambahkan cara orang tua memberikan apresiasi sangat beragam. Menurut survei yang sama, sebagian besar cenderung memberikan hadiah, pujian, memeluk si anak, dan mengajak jalan-jalan. "Namun bagusnya hadiah berupa materi itu tidak boleh sering-sering dikasih. Karena anak nanti terbiasa untuk minta sesuatu atau imbalan berupa barang," katanya.

Cara memberikan apresiasi yang ideal dilakukan orang tua antara lain:

1. Pujian

2. Pelukan

3. Waktu yang diluangkan orang tua untuk bersama anak. "Biasakan 'hadiah' itu berupa waktu untuk bersama anak. Ngapain? Habiskan dengan mengerjakan sesuatu yang mereka suka, BUKAN yang kita suka lho," tutur Diana.

4. Untuk anak yang usianya masih di bawah lima tahun, apresiasi ini harus diberikan sesegera mungkin atau saat itu juga. "Kalau momennya sekarang, kita ngasih apresiasinya besok, dia pasti lupa. Dan pastikan untuk memberikan apresiasi sesuai dengan perbuatannya," saran ibu dua anak tersebut.

Kalau misalnya anaknya sudah agak besar, orang tua harus dapat menunda. Misal untuk apresiasi berupa mengajak anak jalan-jalan, Diana menyarankan agar hal ini baru dilakukan setelah anak mencapai prestasi tertentu 3-5 kali.

Sumber  :
http://health.detik.com/read/2014/06/06/070547/2601413/764/tak-ada-kata-terlambat-untuk-apresiasi-anak?l771108bcj




read more “Benarkah Tak Ada Kata Terlambat untuk Apresiasi Anak”

Ikuti Via Email

Menghitung KPR Anda

AbYAZ UBY

Silahkan Sukai Benarkah

SUKAI GALLERY RUMAH DIJUAL

kumpul blogger

affiliate program

GET REVENUE FROM YOUR WEBSITE

Turn your valuable blog traffic into revenue. Work online and join our free money making partner program. We offer the most pay-per-click rate to help increase your income stream.

Join our money making program absolutely no charge and 100% risk free.

Sign Up...

FREE INVESTMENT PROGRAM

We created this money earn program specially for NO SETUP FEE methods, to make hundreds, if not millions of dollars, without spending money.

A constant cash generator

Imagine getting of a something that never failed to provide you with money-flow. A free money program so amazingly profitable that you never had to look for job ever again!

Start collecting steady partner commissions

This free money program really can give you cash on the same day. Start collecting serious partner revenue with almost no effort at all. This is a profitable revenue opportunity, the chance for you to build a steady, reliable, long-time profitable business.

SpazioIb Italiabusinessplus apre SpazioIbInvest

GOBELIN RESURRECTION-OSTERMORGEN

$1,200.00 US

GOBELIN RESURRECTION-OSTERMORGEN

buy and sell > hobbies & crafts

GOBELINS ARE MADE OF CATALOGUE OF “WIEHLER GOBELIN” . EVERY ONE OF THEM IS WORKED FROM 4 TO 10 MONTHS . WORKING OUT GOBELINS IS ON THE BASE OF THE OLD FAMOUS MASTERS OF PICTURE . 30X39CM. 1 1 54 COLOURS THREAD ANNOR

Wireless cell phone video surveillance solution is here adding a sense of private protection and safety it offers you real-time video monitoring.

Wireless cell phone video security solution This know-how utilizes the most powerful software applications for distantly monitoring from Anyplace in the globe.
This is a solution that will turn any regular cell phone into a high end security device.
The surveillance system brings video from video source such as USB or IP Webcam to your cell phone. It contains both the client and server application.

You can see your residence, firm, babysitter, parents, pets, etc.

You can watch online pictures from your cameras on mobile phone through any kind of ip connection from any location in the globe. In case of intrusion, a real image helps prevent false alarm and cancel police dispatches to avoid the fines.
Enjoy the freedom of watching all your webcams on cell phone anytime and from anywhere with just the touch of a button.

How does cell surveillance work:

You connect your camera (USB, IP camera, or Camcoder) to your home computer and setup the application.
The software captures video and sound from webcam and sends it, as compressed media stream, to web server.
You login to this Web server from your cell phone and view your webcam.
No special application for your mobile phone is necessary.

All about mobile video surveillance.

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Diberdayakan oleh Blogger.